Nach Genre filtern

Harta Bagi Jiwa

Harta Bagi Jiwa

Yayasan Rumah Terang Dan Kasih

Harta Bagi Jiwa (Treasures For The Soul)

181 - 37.2 Dua Peser Koin Perak (Bagian 2)
0:00 / 0:00
1x
  • 181 - 37.2 Dua Peser Koin Perak (Bagian 2)

    Saudara-saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Dua Peser Koin Perak (Bagian 2).” “Dua peser koin perak” menggambarkan keterbatasan yang kita hadapi dalam hidup. Beberapa orang kudus zaman dahulu akan disebutkan dalam pesan ini, yang mengisahkan bagaimana mereka penuh iman ketika menghadapi banyak keterbatasan. Misalnya, ketika Yakub sudah tua, ia bersujud di atas kayu tongkatnya. Dia penuh iman saat memberkati setiap anak Yusuf. Ketika Yusuf menua, di akhir hidupnya, dia memberikan petunjuk mengenai tulang belulangnya. Ia percaya bahwa orang Israel akan memasuki tanah Kanaan. Simson mengalami kegagalan besar. Ia mungkin menanggung banyak tuduhan dalam hatinya. Namun di bawah keterbatasannya ini, ia tetap menggunakan imannya, dan akhirnya meraih kemenangan besar pada akhir hidupnya. Situasi apa pun yang kita hadapi, kita bisa memiliki iman, pengharapan, dan kasih.

    Sun, 14 Sep 2025 - 12min
  • 180 - 37.1 Dua Peser Koin Perak (Bagian 1)

    Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Dua Peser Koin Perak (Bagian 1).” Markus 12 mengisahkan seorang janda miskin yang memasukkan dua peser koin perak ke dalam kotak persembahan. Tuhan Yesus memujinya karena memberi lebih banyak daripada orang lain yang juga memberi persembahan. Dua koin kecil ini bisa melambangkan keterbatasan yang kita alami dalam hidup, seperti usia tua dan kesehatan yang menurun. Mungkin seolah kita tidak mampu melakukan sebanyak saat masih muda. Tetapi ketika kita berusaha sebaik mungkin untuk mengasihi Tuhan dan menaati firman-Nya dalam kondisi apa pun, itulah yang menjadi persembahan yang paling besar. Kita tetap dapat dipenuhi iman, pengharapan, dan kasih. Dengan iman kita bisa mengatasi semua tantangan dan keterbatasan. Demikianlah kita mencapai puncak iman, pengharapan, dan kasih.

    Sat, 13 Sep 2025 - 09min
  • 179 - 36.4 Tetap Berharap (Bagian 2)

    Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Tetap Berharap (Bagian 2).” Mazmur 71 adalah “Mazmur untuk Orang Tua”. Sangat berharga karena Daud mengatakan bahwa ia senantiasa berharap. Sekalipun seseorang hanya memiliki dua koin kecil, dengan harapan ia tidak dibatasi oleh keadaan atau situasi apa pun. Iman, harapan, dan kasih adalah yang saling berkaitan. Iman menghasilkan kasih, dan harapan adalah prospek dari iman. Menjadi seperti Tuhan berarti memiliki kemiripan dalam iman, harapan, dan kasih. Roma 15:13 mengatakan bahwa kita harus melimpah-limpah dalam pengharapan. Memiliki harapan bisa membuat orang penuh hidup, bahkan kesehatan fisik mereka dapat membaik.

    Fri, 12 Sep 2025 - 06min
  • 178 - 36.3 Tetap Berharap (Bagian 1)

    Saudara-saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Tetap Berharap (Bagian 1).” Bapa telah menyerahkan kita kepada Tuhan. Kita adalah yang sungguh mulia dan penuh harapan: suatu hari nanti kita akan bertemu dengan Tuhan dalam awan-awan; kita akan memerintah bersama Tuhan; dan akan ada langit yang baru dan bumi yang baru. Tuhan akan segera kembali. Semestinyalah kita berbeda dari orang yang tidak percaya di dunia ini, yang mungkin hidup dalam kesengsaraan. Sebaliknya, kita harus penuh harapan. Pengharapan benar-benar bisa mempengaruhi seseorang dalam berbagai aspek, baik jasmani maupun rohani. Bahkan, itu mempengaruhi keseluruhan pribadi orang tersebut. Apakah seseorang itu memiliki harapan atau tidak akan memberikan perbedaan yang sangat besar!

    Thu, 11 Sep 2025 - 07min
  • 177 - 36.2 Pasal Yang Berharga Tentang Kasih (1 Yohanes 4:7-21) Bagian 2

    Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Pasal Yang Berharga Tentang Kasih (1 Yohanes 4:7-21) Bagian 2.” Kita akan lanjutkan membahas tentang pasal kasih yang berharga ini. Ayat 11 hingga 14 menyatakan bahwa kita telah diselamatkan oleh Tuhan dan kita semua adalah saksi-Nya. Ayat 15 dan 16 mengatakan bahwa Allah tinggal di dalam kita dan kita juga tinggal di dalam Dia, mengalami penyatuan yang mendalam. Ayat 17 hingga 18 mengajarkan betapa kita sangat butuh untuk tinggal dalam kasih Allah. Ayat 19 menyebutkan jalan hidup yang seharusnya kita tempuh: pertama-tama menikmati kasih Allah agar kita dapat mengasihi orang lain. Ayat 20 dan 21 menekankan agar tidak membenci orang lain tetapi mengasihi saudara-saudari kita. Semoga setiap kita sungguh-sungguh dapat menikmati pasal kasih ini, yaitu 1 Yohanes 4.

    Wed, 10 Sep 2025 - 08min
Weitere Folgen anzeigen